What is Lost Will Be Found — 1899

1899 — Sebuah karya terbaru dari Jantje Friese dan Baran bo Odar sang kreator Dark. Berlatar di tahun 1899 bercerita tentang sebuah kapal uap pengangkut imigran dari eropa yang berlayar ke Amerika. Para penumpangnya, berasal dari berbagai daerah di Eropa, disatukan oleh harapan dan mimpi mereka untuk menyongsong abad baru dan masa depan di negeri paman Sam.

“The brain drives our thoughts, our behavior. It holds all of the secrets of the universe. There’s a whole hidden world inside each of us which only needs to be deciphered.”

Maura Franklin

Cerita diawali melalui narasi pembuka oleh Maura Franklin, yang berbicara tentang banyak sekali kemampuan otak manusia sampai akhirnya dia “bermimpi” bertemu dengan sang ayah yaitu Henry Singleton di sebuah rumah sakit jiwa, namun Maura mengklaim dirinya bukanlah seorang yang mengalami gangguan jiwa.

Wake up — Adegan tiba tiba berganti. Maura sedang berada di kapal uap Cerberos, dengan bekas luka di pergelangan tangannya dan surat misterius di kopernya. Di sini diceritakan bahwa Maura sedang melakukan perjalanan menuju benua Amerika untuk bertemu dengan kakak kandungnya, setelah menerima surat yang dia yakini dari sang kakak. Surat tersebut berisikan tentang pesan perbuatan sang ayah yang telah diketetahui oleh kakaknya. Lalu diperlihatkan para penumpang Cerberos sedang membaca sebuah surat kabar tentang hilangnya kapal uap bernama Prometheus yang ternyata telah hilang selama empat bulan.

Cerberos dan Prometheus merupakan kapal uap dari perusahaan kapal yang sama dengan rute perjalanan yang sama. Kapal ini mengangkut penumpang dari berbagai kelas, mulai dari kelas bawah hingga kelas atas, serta para pekerja kapal, awak kapal, dipimpin oleh sang kapten yaitu Eyk Larsen. Namun, perjalanan mereka mengalami perubahan tak terduga saat mereka menemukan Prometheus yang terkatung-katung di laut lepas. Apa yang mereka temukan di Prometheus akan mengubah perjalanan penuh harapan mereka menjadi mimpi buruk yang mengerikan.

Dalam setiap episodenya kita akan disuguhkan dengan cuplikan dari sejarah kelam beberapa karakter. Eyk Larsen, kapten yang kehilangan keluarganya; Daniel Solace, yang memiliki “bug” di saku mantel hitamnya; Anker dan Iben, orang tua Tove dan Krester yang takut akan Tuhan; Ling Yi dengan trauma masa lalu terkait kematian temannya; dan cerita dari beberapa karakter lainnya. Dari sinilah misteri dan cerita 1899 mulai terbongkar satu persatu.

Keunikan dari serial ini yaitu para pemainnya berasal dari latar belakang yang beragam dan mereka menggunakan bahasanya masing-masing sehingga penonton akan disuguhkan dengan percakapan dari berbagai bahasa seperti bahasa Inggirs, Spanyol, Perancis, Jerman, Portugal, Kanton, dsb. Faktor bahasa ini ternyata menjadi benang merah dalam aspek kemanusiaan. Bahasa bukanlah halangan untuk manusia dalam berkomunikasi dan memahami satu sama lain, membuat penonton tersadar bahwa manusia dapat beradaptasi dengan ikatan emosional tanpa harus memahami bahasa verbal.

Dengan genre misteri dan sci-fi, serial ini bisa menjadi salah satu tontonan favorit terutama jika kalian suka dengan karya sebelumnya, Dark. Penonton akan diberikan gambaran tentang ide dan pikiran manusia yang kompleks. Meski cerita yang disajikan terdengar cukup berat, tenang saja gue masih bisa menikmati jalannya cerita dan yang pasti tidak sejelimet Dark kok, hehe.

Sekian, selamat menikmati perjalanan panjang di Cerberos!