Piala dunia 2022 selesai digelar dengan Argentina keluar sebagai juara setelah menang lewat adu penalti melawan Perancis. Ya, itu bridging aja ya ges ya karena sudah banyak juga orang tahu siapa juaranya hahaha.
Jadi gue di sini mau cerita tentang salah satu kesukaan gue yaitu bola. Dari kecil, gue udah dikenalin dengan sepak bola sama papah. Papah memang hobinya nonton bola dari dulu sampai sekarang, jadi tak jarang gue juga ikut nonton pertandingan bola karena waktu kecil salah satu media hiburan gue adalah tv, dan waktu itu hanya ada satu tv di rumah jadi mau gamau sering ikut nonton. Selain itu, masa kecil gue juga dipenuhi dengan bermain sepak bola. Semasa bocil, sepulang sekolah gue bersama anak-anak komplek blok gue mencari musuh dengan anak-anak blok lain. Modal untuk main ini tidak banyak, hanya butuh satu bola dan sendal, kita bisa main dimanapun mulai dari di pinggir jalan, lapang depan masjid, sampai lapang beneran. Ibu ibu komplek selalu menjadi musuh kami bersama, karena lapangannya yang dekat dengan rumah, tak jarang kaca, mobil, dan tanaman mereka menjadi korban. Mohon maaf Bu Agus, eh bu atau pak ya.. Itulah sedikit cerita dari sebagian kenakalan gue semasa kecil. Selain nonton dan main, gue juga suka games sepakbola. Gue tim pes, tapi sampai pes 2020. Efootball jelek, bye! Ayuk main FIFA! #TimFIFA
Salah satu momen yang ditunggu-tunggu pecinta bola adalah piala dunia. Kalau dipikir-pikir, momen piala dunia yang diselenggarakan tiap empat tahun sekali ini memberi memori tersendiri bagi gue. Momen empat tahunan ini memberi tanda akan beberapa titik penting dalam hidup gue. Piala dunia pertama yang gue tonton yaitu piala dunia 2010, dengan Spanyol sebagai juaranya. Hanya dengan mengingat pertandingan tersebut, gue langsung teringat beberapa memori gue saat masih sd. Saat itu hidup gue tanpa beban, satu satunya yang gue pikirkan adalah bagaimana caranya bolos dari kursus sore biar gue bisa main sama temen-temen haha. Berikutnya piala dunia 2014, dengan Jerman keluar sebagai juaranya. Piala dunia ini merupakan piala dunia yang menyedihkan buat gue karena negara andalan gue, Argentina harus kalah di partai final, fukkkk Higuain, canda :)) Jujur setelah pertandingan itu, subuhnya gue diem-diem nangis di balik selimut dan semingguan mood gue ancur parah. Lanjut ke piala dunia 2018, dengan Perancis keluar sebagai juaranya. Piala dunia tahun 2018 ini merupakan pildun yang paling membuat gue jengkel, karena permainan tim yang gue andalkan, Argentina sangat sangat buruk, dengan hanya finish di posisi 2 fase grup sehingga harus bertemu Perancis di babak 16 besar hingga akhirnya gugur. Piala dunia 2018 selalu mengingatkan gue akan momen saat gue akan kuliah, akan berpisah dengan orangtua, adik, dan temen-temen sma gue, dan gue sadar semakin bertambah dewasa, sudah bukan anak-anak lagi :((
Kemudian, yang baru saja selesai, piala dunia 2022, event yang sangat gue tunggu sebagai pelepas lelah gue saat menjalani koass, meskipun jadinya malah tambah kurang istirahat karena matchnya di tengah malam, tapi gue tetap menikmatinya. Akhirnya, tim andalan dan idola gue, Argentina dan Messi akhirnya mampu mengangkat trofi emas tersebut. Di malam itu gue girang minta ampun dan bersyukur karena gue diberi kesempatan untuk dapat menyaksikan momen tersebut walaupun di balik layar.
Dari empat piala dunia yang sudah gue lewati, gue selalu bersyukur karena gue masih bisa hidup dengan sehat dan bahagia bersama keluarga dan temen-temen gue dan setidaknya ada satu atau dua perubahan positif yang terjadi dalam hidup gue.
Piala dunia berikutnya, 2026. Sedang apa, dimana, dan dengan siapa seorang Liu menyaksikan laga tersebut? See you. Semoga.
